Sabtu, 02 Oktober 2010

Kevin dan Vincent

Helo, kali ini aku ingin membagikan cerita yang menarik tentang tetanggaku.
Mereka adalah 2 kakak beradik yang masih kecil imut ehm.. kira-kira masih kelas 3-4 SD.
Kevin sang kakak, dan Vincent sang adik.

Jadi gini ceritanya,
Aku sama adikku main bulu tangkis di depan rumah, lalu diliatin sama mereka. Kayaknya mereka juga pengen main, lalu aku liat si Kevin nunjuk2 ke atap rumah kami. Oh.. ternyata ada kok yang nyangkut di atap, itu pasti punya mereke deh, pikirku. Lalu aku pun langsung ambil koknya dan kasih mereka. Setelah menerimanya, mereka juga langsung bermain bulu tangkis, tapi yang bermain itu si Vincent dan kakak sepupunya, jadi si Kevin cuma jadi penonton.

Nah, tidak lama kemudian..
Si Kevin juga pengen main, tapi si kakak sepupunya dan Vincent tuh gak kasih mereka main. Aku pikir ya mungkin nanti bakal dikasih main, tapi ternyata dugaanku salah. Mereka gak mau kasih Kevin main meskipun si Kevin sudah sampe ngemis-ngemis. Si Kevin akhirnya ganggu mereka main tuh, setiap koknya jatuh ke tanah, dia berusaha ambil duluan kemudian dibawa lari jauh-jauh atau dilempar ke atap rumah lain lah.
Aku pun jadi prihatin dengan si Kevin, aku berusaha ajak dia main sama aku. Tapi dia gak mau, sambil senyum-senyum, mungkin dia takut sama aku karena kurang kenal. Padahal dia kan sebenarnya mau main tapi malah nolak tawaran aku, pasti ngerajuk lah dia tuh. Aku jadi teringat, aku juga sering begitu waktu kecil. Akhirnya hari itu si Kevin tidak bermain bulu tangkis deh.

Hari berikutnya.
Besoknya, aku dan adikku juga memutuskan untuk main bulu tangkis lagi. (pas hari minggu)
Saat kami bermain, si Vincent dan Kevin juga ada di luar tuh ga tau ngapain. Lalu aku ajak mereka main bulu tangkis bersama, si Vincent pun mengambil 2 raket dan memberikan 1 untuk Kevin. Kevin yang awalnya menerima raket itu dan berkata dia ingin main tiba-tiba malah tidak mau setelah aku berkata "Ayolah.".
Wah, aku benar-benar bingung waktu itu, dengan satu kata itu, kok dia jadi ga mau main. Si Kevin malah menyuruh adiknya 1 vs 2. Akhirnya aku coba sembunyi di balik tembok rumah pemisah rumah kami, aku pikir mungkin dia mau main kalau ga ada aku, ternyata setelah aku bersembunyi di pun keluar dari rumahnya. Setelah dia udah pegang raket, aku juga langsung keluar dan aku pun senyum-senyum ke Kevin. Ah, dia pasti hanya ingin mengerjai aku lah. Hahaha. Akhirnya kami pun bermain bersama pada hari minggu itu.

Pada saat itu aku berpikir bahwa akan sangat menarik untuk mempelajari psikologi anak-anak.
Yah, dari apa yang aku alami dari kisah ini, anak-anak itu akan menjadi nakal kalau mereka tidak mendapat apa yang mereka inginkan dan cara untuk mendekati seorang anak kecil berbeda-beda tergantung sifat dari anak itu sendiri. Hehe

Okay, thx for reading =)